Breaking News

Calon PMI, Harus Ada Ijin Keluarga dan Desa, Modus Oknum Calo.! Ini Kata Khairil Ketua SBMI Lombok Timur

Lombok Timur-Modus operandi (modus) yang digunakan oleh para oknum calo/tekong untuk merekrut calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal adalah dengan meminta izin dari keluarga korban.

Mereka menjanjikan pekerjaan yang menguntungkan di luar negeri dan meminta izin dari keluarga untuk mengirimkan korban ke luar negeri.kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur Moh, Khairil Akbar pada selasa, “25 Maret 2025

Moh Khairil Akbar, Ketua SBMI Lombok Timur, Menyampaikan Para Calo/Tekong akan menargetkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) semakin beragam. Salah satu modus yang digunakan adalah dengan meminta izin dari keluarga calon PMI untuk menutupi kegiatan ilegal mereka.

“Pelaku biasanya menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri, seperti ke negara Polandia, SIngapura, Taiwan atau Jepang dan ke negara timur tengah.”kata Khairil

Mereka juga meminta biaya sambung Khairil, pengurusan visa dan transportasi yang cukup besar. Setelah korban membayar biaya tersebut, pelaku akan memanfaatkan korban untuk kegiatan ilegal, seperti perdagangan manusia atau pekerja paksa.”Ungkapnya

“Juga sebaliknya para oknum calo yang memberikan uang saku dan memberikan keluarga mereka sejumlah uang dengan meminta tandatangan ijin, kwitansi dan surat perjanjian sebagai jebakan terhadap para korban,”beber Khairil

Namun, setelah korban dikirim ke luar negeri, mereka akan dijadikan pekerja paksa atau korban perdagangan manusia. Modus ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan korban mengalami kekerasan, eksploitasi, dan bahkan kematian.

Untuk menghindari menjadi korban, sangat penting untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pada janji-janji yang menguntungkan dari calo/tekong.

Khairil minta kepada masyarakat jika ingin menjadi PMI sebaiknya Pastikan dulu memeriksa keabsahan agen penyalur pekerja migran dan tidak memberikan izin kepada keluarga untuk mengirimkan korban ke luar negeri tanpa memastikan keamanan dan keselamatan mereka.

Saat ini SBMI Lombok Timur bersama Solidaritas Perempuan (SP) tengah mendampingi korban Calon PMI asal Lombok Timur inisial I, yang telah diberangkatkan sampai Bogor, Namun CPMI tersebut saat ini balik, disebabkan tidak lulus medical, sebelumnya  Fit  medical di salah satu klinik di Lombok timur.

Bersambung…

 

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia